Kamis, 21 February 2013 yang lalu, Nightspade menjadi salah satu pembicara dalam talkshow yang diadakan oleh DKV ITB dalam pameran mereka yang berjudul Natamorta “Spread the Fragments of Life and Demise”. Talkshow yang bertemakan “Choose Your Role in the Game Industry” ini diisi oleh Public Relation Nightspade, Hasna Tsaniya R. dan juga CEO Tinker Games, Panji Prakoso.

3

Nah, dikarenakan talkshow yang diadakan berlangsung pada hari kerja dan tepat jam 13.00 pasti banyak yang tidak bisa hadir :( padahal pasti banyak yang pengen dateng donk :) #narsismodeon. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang belum sempat hadir, kami berikan contekan talkshow yang terangkum pada percakapan dibawah ini. Tetapi tentu saja blog ini lebih kepada jawaban-jawabannya dari sudut pandang Nightspade. Langsung saja ke pertanyaan pertama :

Ceritakan awal mula bagaimana Nightspade berdiri. Apakah dari awal sudah berniat untuk membangun sebuah studio mobile game ?

Nightspade resmi menjadi sebuah perusahaan pada tanggal 3210 means 3 Februari 2010 angka yang cantik yah :P namun mulai fokus ke industri game pada awal tahun 2011. Founder Nightspade sendiri ada 4 orang, semuanya berasal dari jurusan Informatika ITB. Awalnya Nightspade berasal dari sebuah tim bernama Nightclub Coders. Nama ini berasal dari kata “Night” yang berarti malam, dan “club” dari klubing, karena sering mengerjakan tugas di malam hari (siang hari dipakai kuliah), dan “coders” karena tim-nya berasal dari jurusan informatika.

Nightclub Coders sudah bersama-sama satu kelompok untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, sampai-sampai sering menginap di kampus saking banyaknya tugas. Salah satu tugas kuliah beregu adalah membuat game. Nightclub Coders mengerjakan tugas tersebut hanya sebatas  untuk meraih nilai kuliah. Namun beberapa minggu setelah pengumpulan tugas tersebut ada sebuah event di itb : ITB Design Media Festival (DMF). Di event ini ada  kompetisi  kategori game development. Karena tugas kuliah Nightclub Coders yang lalu adalah membuat game, maka nightspade perpikir untuk menyertakan tugas kuliah tersebut untuk kompetis Game ITB-DMF. Alhamdulillah, saat itu Nightclub Coders menjadi juara.

Melalui event ITB DMF nama Nightclub Coders terdengar oleh I2TB (Inkubator Inovasi Telematika Bandung). Nightclub Coders diundang untuk ikut seleksi tenant I2TB. Alhamdulillah Nightclub Coders diterima, dan saat itu Nightclub Coders belum fokus bergerak di mobile game, melainkan masih bersifat IT Consultant “PALUGADA “ (aPa Lu mau, GuA aDA). Di I2TB Nightclub Coders diberi banyak ilmu tentang membangun bisnis, mulai dari pengaturan finansial, marketing, manajemen sdm, dan legalitas dan Nightclub Coders juga diarahkan untuk lebih fokus pada bidang terntentu, karena bisnis itu bukan generalis, melainkan fokus. Selain pelatihan berbagai ilmu bisnis ,  I2TB juga membuat satu target yang harus Nightclub Coders penuhi, yaitu membuat badan hukum.

Sebelum Nightclub Coders mengajukan pembuatan badan hukum, Nightclub Coders sempat diajak I2TB untuk praktek marketing, yaitu promosi di radio. Disana Nightclub Coders memperkenalkan diri sebagai konsultan IT . Namun, entah bagaimana, ketika mendengar “Nightclub Coders”, sebagian besar pemirsa menganggap kami adalah pengembangan aplikasi untuk diskotik, padahal Nightclub Coders sama sekali tidak pernah bekerjasama klub malam manapun. Hal ini lah yang mendorong Nightclub Coders mengganti nama menjadi Nightspade sebelum mendirikan badan hukum. Sampai pada akhir tahun 2010 kami memutuskan untuk fokus ke industri game karena semua tim sangat senang membuat game.

image

Ceritakan pengalaman apa saja yang didapat setelah terjun ke dalam industri game ? (jawabannya dari sisi public relation ya :P)

Pengalaman selama berjuang bersama NIghtspade banyak sukanya daripada dukanya. Setelah masuk ke industri ini beberapa kali diajak jalan-jalan ke luar negeri, mendapatkan teman-teman baru di dunia yang baru, mendapatkan link-link baru, bertemu dengan orang-orang penting di industri game dan juga seperti sekarang ini diundang sebagai pembicara di seminar atau acara lainnya. Karena saya sendiri lebih ke Marketing dan Public Relation ya tentu saja jauh berbeda dengan dunia di DKV walaupun masih menjurus ke jurusan saya sebelumnya yaitu periklanan. Ternyata beriklan untuk sebuah game jauh berbeda dengan produk atau kampanye komersil yang sering dipelajari saat kuliah dahulu.  Pokoknya menarik deh.

Bagaimana peran Nightspade mengharumkan industri game Indonesia keluar negeri dan memperkenalkan game ke dalam masyarakat Indonesia?

Selama ini usaha untuk mengharumkan nama Indonesia ke mancanegara belum kesampaian, tetapi setidaknya Nightspade berjuang pelan-pelan untuk memperkenalkan industri ini dan membentuk pasar yang matang, khususnya Indonesia. Mungkin bisa dibilang usaha untuk mengharumkan nama Indonesia ya dengan kita mengikuti kompetisi mobile game di luar negeri. Namun, selama ini dari beberapa kompetisi yang kita ikuti belum ada yang menang :P.

Nightspade baru mendapat kesempatan untuk mengikuti acara Game Connection di Paris November kemarin. Di acara ini kita lebih memperlihatkan ke dunia bahwa di Indonesia juga memilki game developer dengan SDM yang tidak kalah dengan luar. Banyak juga kok teman-teman developer lain yang sudah membuktikan dengan menjadi nomor 1 dan mendapat penghargaan. Hanya terkadang sifatnya masih sesekali.

Bidang apa saja yang bisa berkecimpung di industri game ini?

Biasanya yang berkecimpung di dunia ini lebih banyak anak IT dan DKV karena dibutuhkan ilmu pemrograman dan desain. Misalnya, menjadi 2D artist , 3D artist dan Animator. Namun sebetulnya jurusan apapun asalkan senang di industri ini dan ada willingness untuk mempelajari itu semua ya tidak apa-apa. 2D Artist di Nightspade juga ada yang berasal dari jurusan Teknologi Pangan dan kemampuannya tidak kalah kok dengan para artist yang berasal dari jurusan DKV. Selain itu, dalam sebuah game juga membutuhkan musik / backsound oleh karena itu dibutuhkan juga music composer / sound engineer. Namun, dalam industri ini ada satu peran penting yang dibutuhkan yaitu game designer atau game planner yang biasanya kerjaan nya beride dan berimajinasi menciptakan sebuah game. Biasanya seorang game designer adalah orang yang multitalenta karena cukup sulit menjadi seorang game designer, apalagi tidak ada sekolahnya di Indonesia. Tetapi, bagi kalian yang bukan berasal dari jurusuan IT, DKV dll jangan malu-malu untuk gabung di industri ini karena kesempatannya terbuka lebar.

Game jenis apa saja yang sekarang banyak diminati oleh masyarakat?

Sepertinya dilihat dari 2012 kemarin, gairahnya masih banyak berkisar di mobile dan social games. Tetapi mobile game memang mengalami peningkatan signifikan. Sektor ini sedang hot, lebih mudah untuk dibangun, dan di lokal sendiri, menjadi sektor yang masih baru mulai, jadi sangat potensial. Namun untuk jernis gamenya ya beraneka ragam, masing-masing gameplay memiliki fans-nya sendiri2 mulai dari tipe RPG, action, management, simulation, casual, dll.

Bagaimana graphicgram perkembangan industry game di Indonesia?

Jika dilihat dari tahun 2000, perkembangan industri game terus berkembang dengan pesat walaupun awalnya berjalan dengan terbata-bata. Untuk skala dunia, sejak lima tahun terakhir game sudah menjadi industri dengan pertumbuhan tercepat. Bahkan seperti yang dikatakan mas Arief, CEO Agate Studio, industri game mulai mengalahkan industri film. Bisa dibilang di tahun 2013 ini, Indonesia pasti bisa bergerak lebih cepat untuk mengejar ketinggalan. Dibuktikan dari tumbuhnya game developer, terutama di Jakarta, Bandung, Yogya, dan Surabaya, beberapa institusi yang mulai membuka jurusan tentang game design dan beberapa event besar yang terus bermunculan, misalnya Jakarta Game Show, Indonesia Game Show, dan acara yang akan datang yaitu Game Developer Gathering 2013. Kemudian, didukung dengan acara-acara mengenai startup mampu membuka link dan menambah kepopuleran startup yang bergerak di bidang game.

Beberapa publisher dari luar seperti Jepang, US, dan Eropa pun mulai melirik developer di Indonesia. Kantor cabang mereka juga dibuka di Indonesia seperti Gameloft di Yogyakarta dan Square Enix yang berencana membuka game studio di Surabaya. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa industri game Indonesia semakin maju.

Yah demikian cuplikan talkshow bersama Nightspade dan Tinker Games. J Banyak yah :P Btw, ada link bagus nih dari Sponsor Pay mungkin bermanfaat bagi yang mau terjun ke industri game,  Infographic: Mobile Gaming on the Rise : http://bit.ly/XvJMO2 terimakasih buat panitia Natamorta yang rela mengundang Nightspade buat ngoceh di acaranya :) Sukses selalu buat kita semua.

image